Peranan
Indonesia dalam PBB
Republik
Indonesia tidak hanya menerima bantuan dari PBB akan tetapi juga berperan aktif
baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap PBB, yakni sebagai berikut.
(a) Secara
tidak langsung, Indonesia ikut menciptakan perdamaian dunia melalui kerja sama
dalam konferensi Asia Afrika, ASEAN, maupun Gerakan Non Blok.
(b) Secara
langsung yakni Indonesia mengirimkan Pasukan Garuda atau Kontingen Garuda
(KONGA) sebagai sumbangan terhadap PBB untuk menciptakan perdamaian dunia.
Tabel
: Pengiriman Pasukan Garuda
No
|
Pasukan
|
Unit PBB
|
Tempat Bertugas
|
Tahun
|
1
|
KONGA I
|
UNEF
|
Timur Tengan (sekitar Terusan Suez)
|
8 Januari 1957
|
2
|
KONGA II
|
UNOC
|
Zaire (Kongo Belgia)
|
1960 - 1961
|
3
|
KONGA III
|
UNOC
|
Zaire (Kongo Belgia)
|
1962 - 1964
|
4
|
KONGA IV
|
ICCS
|
Vietnam
|
1973 - 1975
|
5
|
KONGA V
|
ICCS
|
Vietnam
|
1973
|
6
|
KONGA VI
|
ICCS
|
Vietnam
|
1973
|
*dst.
(c) Pada
tahun 1985 Indonesia membantu PBB yakni memberikan bantuan pangan ke Ethiopia
pada waktu dilanda bahaya kelaparan. Bentuan tersebut disampaikan pada
peringatan Hari Ulang Tahun FAO ke-40.
(d) Indonesia
pernah dipilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada tahun
1973-1974.
(e) Berdasarkan
Frago (Fragmentery Order) Nomor 10/10/08 tanggal 30 Oktober 2008, penambahan
Kontingen Indonesia dalam rangka misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan.
(f) Peran
serta Indonesia dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social.
(g) Indonesia
telah berpartisipasi dalam 4 operasi pemeliharaan perdamaian PBB (UNPKO) sejak
UNEF (Un Emergency Forces) di Sinai tahun 1957.
(h) Penyumbang
pasukan / Polisi / Troops / Police (Contributing Country) dengan jumlah
personil sebanyak 1.618. Saat ini Indonesia terlibat aktif 6 UNPKO yang
tersebar di 5 Negara.
(i) Pengiriman
PKD dibawah bendera PBB menunjukkan komitmen kuat bangsa Indonesia sebagai
bangsa yang cinta damai.
(j) Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus
1945. Mesir segera mengadakan siding menteri luar negeri negara-negara Liga
Ararb pada 18 Nove,ber 1946. mereka menetapkan tentang pengakuan kemerdekaan TI
sebagai negara merdeka dan berdaulat penuh. Pengakuan tersebut adalah pengakuan
De Jure menurut hokum internasional.
(k) Awal
pekan ini Indonesia berhasil terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan
Keamanan PBB pada pemilihan yang dilakukan Majelis Hukum PBB melalui pemungutan
suara dengan perolehan 158 suara dukungan dari keseluruhan 192 negara anggota
yang memiliki hak pilih.
5 Tokoh Pencetus Gerakan Non-Blok
1. Kwame Nkrumah-Ghana (1909-1972)
Kwame
Nkrumah yang lahir di Nkroful 21 September 1909 adalah pemimpin pertama 'Negeri
Emas', Ghana. Lelaki berpaham sosialis tersebut, memang sangat aktif dalam
bidang keorganisasian sejak duduk dibangku kuliah. Ia juga sering mengkritik
pemerintahan bangsa- bangsa Eropa dan Afrika. Dirinya memperoleh simpati dari
rakyat karena hidupnya berprinsip pada anti kekerasan. Nkrumah berkembang
menjadi pemimpin dengan orientasi untuk mempersatukan Afrika. Kemerdekaan Ghana
mengilhami negara Afrika lain untuk merdeka, yang tak lepas dari adanya
Konperensi Asia Afrika.
2. Jawaharlal Nehru-India (1889-1964)
Jawaharlal
Nehru lahir di kota suci Hindu ,Allahabad, 14 November 1889. Ia adalah Perdana
Mentri pertama di India.Seorang arsitek 'Resolusi Avadi' ini telah mendorong
lahirnya sebuah revolusi 'Pola Lingkungan Yang Sosialistis'. Ia dianggap
sebagai arsitek India modern yang mendorong ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kebijakanya menyebabkan pertumbuhan yang cukup besar dalam produksi pertanian
dan industri. Nehru juga memainkan peran utama dalam mengembangkan kebijakan
luar negri India yang mandiri.
3. Soekarno-Indonesia (1901-1970)
Soekarno
atu lebih dikenal dengan Bung Karno lahir di Blitar, 6 Juni 1901. Ia bernama
kecil Kusno Sosro Dihardjo. Jiwa nasionalismenya tumbuh sejak bersekolah di
Hoogere Burger School (HBS). Untuk kemerdekaan Indonesia, Presiden Indonesia
pertama ini mengajarkan ajaran Marhaenisme dan mendirikan Partai Nasional
Indonesia (PNI). Akibatnya, ia dipenjara. Dalam pembelaanya yang berjudul
Indonesia Menggugat, Bung Karno menunjukan kemurtadan Belanda, bangsa yang
mengaku lebih maju itu. Melalui perjuangan yang cukup panjang. Bersama Mohammad
Hatta, ia memproklamasikan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
4. Gamal Abdel Nasser-Mesir (1918-1970)
Lahir
di sebuah kota indah yang menjadi salah satu kawasan wisata favorit rakyat
Mesir yaitu Alexandria, 15 Januari 1918. Presiden mesir kedua ini hampir
setiap terlihat selalu tersenyum. Ia bercita- cita menggabungkan beberapa
negara Arab dalam satu kesatuan untuk melawan Israel. Ia membantu rakyat
Palestina uantuk kembali ke tanah air mereka yang diduduki Israel. Pada masa
pemerintahanya, Nasser telah membangkitkan Nasionalisme Arab dan Pan Arabisme,
serta menasionalisasi terusan Zues. Akibatnya, Mesir berhadapan dengan Israel,
Perancis, dan Inggris
5.
Josip Broz Tito-Yugoslavia (1892-1980)
Lahir
di Kumrovec, Kroasia, 25 Mei 1892. Ia meninggalkan kehidupan pedesaan kemudian
menjajal semua pekerjaan. Tito bergabung dengan Partai Komnunis Yugoslavia yang
pengaruhnya tenah menguat. Mulai saat itulah ia mengepakan sayap sebagai kepala
negara. Usai perang dunia II, Tito menjadi tokoh yang amat populer di mata
rakyat. Ia juga dipuja sebagai pemimpin pembebasan Yugoslavia. Ia juga berhasil
menghimpun seluruh kekuatan yang terdiri atas beragam etnis dan agama, bahkan
ideologi. Sejak saat itu, model sosialisme yang dikembangkan Tito mendapat
julukan Titoisme.
Macam-macam
Kalimat Majemuk
A. Kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk setara terdiri dari dua kalimat tunggal atau lebih. Kalimat majemuk jenis ini dikelompokkan menjadi empat jenis:
1. Kalimat majemuk setara penjumlahan, yaitu dua kalimat tunggal atau lebih yang sejalan dan dapat dihubungkan oleh kata dan atau serta.
Contoh:
Aku makan
Dia minum
Aku makan dan dia minum
Tanda koma bisa digunakan jika kalimat yang digabungkan lebih dari dua kalimat tunggal.
Contoh:
Saya makan
Dia minum
Mereka duduk-duduk saja
Saya makan, dia minum, dan mereka duduk-duduk saja.
2. Kalimat majemuk setara pertentangan, yaitu dua kalimat tunggal yang berbentuk kalimat setara dan menunjukkan makna pertentangan, dapat dihubungkan oleh kata tetapi.
Contoh:
Amerika dan Jepang tergolong negara maju
Indonesia dan Brunei tergolong negara berkembang
Jepang tergolong negara maju, tetapi Indonesia tergolong negara berkembang.
Kata-kata penghubung lain yang bisa menghubungkan dua kalimat tunggal dalam kalimat majemuk setara pertentangan ialah kata sedangkan dan melainkan.
3. Kalimat majemuk setara perurutan, yaitu dua kalimat tunggal atau lebih yang kejadiannya dikemukakan secara berurutan, dapat dihubungkan oleh kata lalu dan kemudian.
Contoh:
Upacara serah terima jabatan pengurus OSIS sudah usai, lalu kepala sekolah mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru.
4. Kalimat majemuk pemilihan, yaitu dua kalimat tunggal atau lebih yang menunjukkan pemilihan, dapat dihubungkan oleh kata atau.
Contoh:
Pemilik rekening listrik bisa membayar tagihan ke kantor PLN, atau bisa juga ke bank dengan cara mentransfer.
Kalimat Majemuk Setara Rapatan
Dalam kalimat majemuk setara, ada juga yang berbentuk kalimat rapatan. Kalimat majemuk setara rapatan adalah suatu bentuk yang merapatkan dua atau lebih kalimat tunggal. Yang dirapatkan adalah unsur subjek dan unsur objek yang sama. Unsur yang sama tersebut cukup disebutkan satu kali.
Contoh:
Aku berlatih
Aku bertanding
A. Kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk setara terdiri dari dua kalimat tunggal atau lebih. Kalimat majemuk jenis ini dikelompokkan menjadi empat jenis:
1. Kalimat majemuk setara penjumlahan, yaitu dua kalimat tunggal atau lebih yang sejalan dan dapat dihubungkan oleh kata dan atau serta.
Contoh:
Aku makan
Dia minum
Aku makan dan dia minum
Tanda koma bisa digunakan jika kalimat yang digabungkan lebih dari dua kalimat tunggal.
Contoh:
Saya makan
Dia minum
Mereka duduk-duduk saja
Saya makan, dia minum, dan mereka duduk-duduk saja.
2. Kalimat majemuk setara pertentangan, yaitu dua kalimat tunggal yang berbentuk kalimat setara dan menunjukkan makna pertentangan, dapat dihubungkan oleh kata tetapi.
Contoh:
Amerika dan Jepang tergolong negara maju
Indonesia dan Brunei tergolong negara berkembang
Jepang tergolong negara maju, tetapi Indonesia tergolong negara berkembang.
Kata-kata penghubung lain yang bisa menghubungkan dua kalimat tunggal dalam kalimat majemuk setara pertentangan ialah kata sedangkan dan melainkan.
3. Kalimat majemuk setara perurutan, yaitu dua kalimat tunggal atau lebih yang kejadiannya dikemukakan secara berurutan, dapat dihubungkan oleh kata lalu dan kemudian.
Contoh:
Upacara serah terima jabatan pengurus OSIS sudah usai, lalu kepala sekolah mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru.
4. Kalimat majemuk pemilihan, yaitu dua kalimat tunggal atau lebih yang menunjukkan pemilihan, dapat dihubungkan oleh kata atau.
Contoh:
Pemilik rekening listrik bisa membayar tagihan ke kantor PLN, atau bisa juga ke bank dengan cara mentransfer.
Kalimat Majemuk Setara Rapatan
Dalam kalimat majemuk setara, ada juga yang berbentuk kalimat rapatan. Kalimat majemuk setara rapatan adalah suatu bentuk yang merapatkan dua atau lebih kalimat tunggal. Yang dirapatkan adalah unsur subjek dan unsur objek yang sama. Unsur yang sama tersebut cukup disebutkan satu kali.
Contoh:
Aku berlatih
Aku bertanding
Aku berhasil
menang
Aku berlatih, aku bertanding, aku berhasil menang
Aku berlatih, bertanding, dan berhasil menang
B. Kalimat Tidak Setara
Kalimat majemuk tidak setara terdiri atas satu suku kalimat yang bebas (klausa bebas) dan satu suku kalimat atau lebih yang tidak bebas (klausa terikat). Jalinan kalimat ini menggambarkan taraf kepentingan yang berbeda-beda di antara unsur gagasan yang majemuk. Inti gagasan dituangkan ke dalam induk kalimat, sedangkan pertaliannya dari sudut pandangan waktu, sebab, akibat, tujuan, syarat, dan sebagainya dengan aspek gagasan yang lain diungkapkan dalam anak kalimat.
Contoh:
Komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern (tunggal)
Mereka masih dapat mengacaukan data-data komputer (tunggal)
Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern, mereka masih dapat mengacaukan data-data komputer.
Baca Juga: Cara Penggunaan Kata "Dari" dan "Daripada"
Kalimat Majemuk Taksetara yang Berunsur Sama
Kalimat majemuk taksetara dapat dirapatkan andaikata unsur-unsur subjeknya sama.
Contoh:
Kami sudah lelah
Kami ingin pulang
Karena sudah lelah, kami ingin pulang
Pada anak kalimat terdapat kata kami sebagai subjek anak kalimat, dan pada induk kalimat terdapat pula kata kami sebagai subjek induk kalimat. Dalam hal seperti ini, subjek itu ditekankan pada induk kalimat sehingga subjek pada anak kalimat boleh dihilangkan, dan bukan sebaliknya.
Karenanya, diperoleh suatu kaidah:
Aku berlatih, aku bertanding, aku berhasil menang
Aku berlatih, bertanding, dan berhasil menang
B. Kalimat Tidak Setara
Kalimat majemuk tidak setara terdiri atas satu suku kalimat yang bebas (klausa bebas) dan satu suku kalimat atau lebih yang tidak bebas (klausa terikat). Jalinan kalimat ini menggambarkan taraf kepentingan yang berbeda-beda di antara unsur gagasan yang majemuk. Inti gagasan dituangkan ke dalam induk kalimat, sedangkan pertaliannya dari sudut pandangan waktu, sebab, akibat, tujuan, syarat, dan sebagainya dengan aspek gagasan yang lain diungkapkan dalam anak kalimat.
Contoh:
Komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern (tunggal)
Mereka masih dapat mengacaukan data-data komputer (tunggal)
Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern, mereka masih dapat mengacaukan data-data komputer.
Baca Juga: Cara Penggunaan Kata "Dari" dan "Daripada"
Kalimat Majemuk Taksetara yang Berunsur Sama
Kalimat majemuk taksetara dapat dirapatkan andaikata unsur-unsur subjeknya sama.
Contoh:
Kami sudah lelah
Kami ingin pulang
Karena sudah lelah, kami ingin pulang
Pada anak kalimat terdapat kata kami sebagai subjek anak kalimat, dan pada induk kalimat terdapat pula kata kami sebagai subjek induk kalimat. Dalam hal seperti ini, subjek itu ditekankan pada induk kalimat sehingga subjek pada anak kalimat boleh dihilangkan, dan bukan sebaliknya.
Karenanya, diperoleh suatu kaidah:
jika dalam
anak kalimat tidak terdapat subjek, itu berarti bahwa subjek anak kalimat sama
dengan subjek induk kalimat.
Penghilangan
Kata Penghubung
Ada beberapa kalimat majemuk taksetara rapatan yang mencoba mengadakan penghematan dengan menghilangkan penanda anak kalimat sehingga kalimat itu menjadi salah.
Contoh:
Membaca surat itu, saya sangat terkejut
Membaca surat itu (Anak kalimat)
Saya sangat terkejut (Induk kalimat)
Subjek anak kalimat itu persis sama dengan subjek pada induk kalimat, yaitu saya.
Kalau tidak ada penanda pada anak kalimat, kalimat majemuk itu tidak benar (tidak baku). Penanda yang dapat dipakai ialah setelah sehingga kalimat itu menjadi:
Setelah (saya) membaca surat itu, saya sangat terkejut.
Setelah membaca surat itu, saya sangat terkejut.
Baca Juga: Cara Penggunaan Kata Masing-Masing dan Tiap-Tiap
C. Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk campuran terdiri atas kalimat majemuk taksetara (bertingkat) dan kalimat majemuk setara, atau terdiri atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk taksetara (bertingkat).
Contoh:
Karena sudah malam, kami berhenti dan langsung pulang. (Bertingkat + Setara)
Kami pulang, tetapi mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai. (Setara + Bertingkat)
Penjelasan:
Kalimat pertama terdiri atas anak kalimat karena hari sudah malam dan induk kalimat yang berupa kalimat majemuk setara, kami berhenti dan langsung pulang. Jadi, susunan kalimat pertama adalah bertingkat + setara.
Kalimat kedua terdiri atas induk kalimat yang berupa kalimat majemuk setara, kami pulang, tetapi mereka masih bekerja, dan anak kalimat karena tugasnya belum selesai. Jadi, susunan kalimat kedua adalah setara + bertingkat
.Ada beberapa kalimat majemuk taksetara rapatan yang mencoba mengadakan penghematan dengan menghilangkan penanda anak kalimat sehingga kalimat itu menjadi salah.
Contoh:
Membaca surat itu, saya sangat terkejut
Membaca surat itu (Anak kalimat)
Saya sangat terkejut (Induk kalimat)
Subjek anak kalimat itu persis sama dengan subjek pada induk kalimat, yaitu saya.
Kalau tidak ada penanda pada anak kalimat, kalimat majemuk itu tidak benar (tidak baku). Penanda yang dapat dipakai ialah setelah sehingga kalimat itu menjadi:
Setelah (saya) membaca surat itu, saya sangat terkejut.
Setelah membaca surat itu, saya sangat terkejut.
Baca Juga: Cara Penggunaan Kata Masing-Masing dan Tiap-Tiap
C. Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk campuran terdiri atas kalimat majemuk taksetara (bertingkat) dan kalimat majemuk setara, atau terdiri atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk taksetara (bertingkat).
Contoh:
Karena sudah malam, kami berhenti dan langsung pulang. (Bertingkat + Setara)
Kami pulang, tetapi mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai. (Setara + Bertingkat)
Penjelasan:
Kalimat pertama terdiri atas anak kalimat karena hari sudah malam dan induk kalimat yang berupa kalimat majemuk setara, kami berhenti dan langsung pulang. Jadi, susunan kalimat pertama adalah bertingkat + setara.
Kalimat kedua terdiri atas induk kalimat yang berupa kalimat majemuk setara, kami pulang, tetapi mereka masih bekerja, dan anak kalimat karena tugasnya belum selesai. Jadi, susunan kalimat kedua adalah setara + bertingkat
Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya
Simaklah atikel
berikut untuk mengenal dan mengetahui bagian-bagian mata dan fungsinya. Mata
adalah bagian yang sangat penting, karena merupakan salah satu dari panca
indera manusia. Mata dapat berfungsi dengan baik apabila ada cahaya. Dengan
adanya cahaya ini maka mata akan dapat melihat dengan baik. Bila di dalam
kegelapan maka mata tidak mampu melihat benda dikarenakan tidak ada cahaya yang
masuk. Mata sendiri terdiri dari dua organ, yaitu organ dalam dan luar. namun
untuk artikel kali ini hanya akan membahas bagian-bagian mata dan fungsinya.
Mata merupakan alat optik, sehingga cara kerjanya berdasarkan sifat-sifat cahaya. Berikut adalah keterangan dari gambar di atas:
Keterangan
1. Kornea
Bagian ini adalah bagian terluar mata, kornea sendiri memiliki karakteristik kuat dan tembus terhadap cahaya. Fungsi dari kornea sendiri adalah menerima serta meneruskan cahaya yang masuk ke mata dan memberikan perlindungan terhadap bagian sensitif mata yang ada di bawahnya. cahaya yang diterima kornea akan diteruskan ke bagian dalam mata yang kemudian berakhir di retina.
2. Aqueous humor
Adalah lensa mata dan cairan kornea, fungsinya adalah membiaskan cahaya ke bagian dalam mata
3. Lensa kristalin
lensa mata ini mempunyai peran yang penting yaitu mengatur letak bayangan supaya jatuh tepat di bintik kuning. Lensa mata mempunyai tugas untuk memfokuskan
cahaya dan meneruskanya supaya jatuhnya tepat di bagian
retina.4. IrisMata merupakan alat optik, sehingga cara kerjanya berdasarkan sifat-sifat cahaya. Berikut adalah keterangan dari gambar di atas:
Keterangan
1. Kornea
Bagian ini adalah bagian terluar mata, kornea sendiri memiliki karakteristik kuat dan tembus terhadap cahaya. Fungsi dari kornea sendiri adalah menerima serta meneruskan cahaya yang masuk ke mata dan memberikan perlindungan terhadap bagian sensitif mata yang ada di bawahnya. cahaya yang diterima kornea akan diteruskan ke bagian dalam mata yang kemudian berakhir di retina.
2. Aqueous humor
Adalah lensa mata dan cairan kornea, fungsinya adalah membiaskan cahaya ke bagian dalam mata
3. Lensa kristalin
lensa mata ini mempunyai peran yang penting yaitu mengatur letak bayangan supaya jatuh tepat di bintik kuning. Lensa mata mempunyai tugas untuk memfokuskan
cahaya dan meneruskanya supaya jatuhnya tepat di bagian
selaput ini di bagian tengahnya membentuk celah lingkaran. Fungsi dari iris adalah memberikan warna mata, dan mengatur perbesaran pupil (kondisi ini dilakukan untuk membatasi banyaknya jumlah cahaya yang dapat masuk ke iris). letaknya sendiri berada di tengah bola mata dan tepat di belakang kornea. Jenis ras atau bangsa menjadi faktor yang mempengaruhi warna iris yang beda-beda.
5. Pupil
Adalah celah yang terbentuk akibat iris, fungsi dari celah ini adalah tempat cahaya masuk. Fungsi dari pupil adalah mengatur jumlah cahaya yang masuk. Fungsinya ini hampir sama dengan diagfragma pada kamera atau alat potret. pupil ini berbentuk seperti celah bulat yang letaknya berada di tengah iris.
6. Otot mata
Otot ini berfungsi untuk mengatur besar dan kecilnya lensa, selain itu juga berfungsi sebagai penyangga lensa kristalin.
7. Vitreus humor
Bentuknya seperti cairan bening dan biasanya mengisi rongga mata. Fungsinya meneruskan cahaya dari lensa menuju ke retina.
8. Retina
Lapisan yang terdapat di bagian belakang dinding bola mata dimana disitu tempat bayangan akan dibentuk. Istilah lain dari bagian ini adalah selaput jala, dimana bagian ini adalah bagian yang peka terhadap cahaya. Terlebih pada bintik kuning, retina sendiri memiliki fungsi untuk menangkap cahaya dan kemudian meneruskannya sampai ke saraf mata. kemudian cahaya akan diterima di ujung-ujung saraf yang ada di bagian selaput jala.
9. Bintik kuning
Lengkungan yang terdapat di retina dan merupakan bagian yang paling peka.
10. Syaraf optik
Syaraf ini berfungsi untuk meneruskan rangsang cahaya yang datang dari retina menuju ke otak. Tugasnya sendiri memang untuk meneruskan rangsang cahaya supaya sampai ke otak. Saraf optik membawa semua informasi yang akan diproses di dalam otak. Pada akhirnya kita dapat melihat suatu objek atau benda.
Enzim
yang ada di Lambung :
-Asam lambung (HCL)
-pepsin : mengubah protein menjadi peptida
-Renin :mengendapkan kasein
-Asam lambung (HCL)
-pepsin : mengubah protein menjadi peptida
-Renin :mengendapkan kasein
Jenis Perubahan Wujud Perubahan wujud zat digolongkan menjadi enam peristiwa sebagai berikut:
- Membeku
- Mencair
- Menguap
- Mengembun
- Menyublim
- Mengkristal
Konduksi
adalah perpindahan kalor melalui zat penghantar tanpa disertai perpindahan
bagian-bagian zat itu. Perpindahan kalor dengan cara konduksi pada umumnya
terjadi pada zat padat. Suatu zat dapat menghantar kalor disebut konduktor,
seperti berbagai jenis logam. Sedangkan zat penghantar kalor yang buruk disebut
isolator, pada umumnya benda-benda non logam. Contoh konduksi adalah
memanaskan batang besi di atas nyala api. Apabila salah satu ujung besi
dipanaskan, kemudian ujung yang lain dipegang, maka semakin lama ujung yang
dipegang semakin panas. Hal ini menunjukkan bahwa kalor atau panas berpindah
dari ujung besi yang dipanaskan ke ujung besi yang dipegang.
Pengertian
konveksi adalah perpindahan kalor melalui zat
penghantar yang disertai dengan perpindahan bagian-bagian zat itu. Pada umumnya
zat penghantar yang dipakai berupa zat cair dan gas. Kalor berpindah karena
adanya aliran zat yang dipanaskan akibat adanya perbedaan massa jenis (berat
jenis). Massa jenis bagian yang dipanaskan lebih kecil daripada massa jenis
bagian zat yang tidak dipanaskan. Contoh konveksi adalah memanaskan air
dalam panci hingga mendidih. Peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan
konveksi kalor adalah terjadinya angin darat dan angin kalor.
Pengertian
radiasi adalah perpindahan kalor tanpa
memerlukan zat perantara. Pancaran kalor hanya terjadi dalam gas atau ruang
hampa, misalnya penghantaran panas matahari ke bumi melalui ruang hampa udara.
Alat yang digunakan untuk mengetahui adanya pancaran kalor yang dinamakan
termoskop. Termoskop diferensial dipakai untuk menyelidiki sifat pancaran
berbagai permukaan. Contoh radiasi adalah perpindahan panas dari cahaya
matahari ke bumi. Radiasi kalor juga dapat terjadi pada lampu pijar listrik
yang sedang menyala dan api unggun yang sedang menyala. Pada saat kita berada
di sekitar api unggun yang sedang menyala, tubuh kita terasa hangat karena
adanya radiasi kalor yang dipancarkan oleh api unggun.
Daun
Suji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar